Sejarah GKSI

SEJARAH BERDIRINYA

GEREJA KRISTEN SANGKAKALA INDONESIA (GKSI)

 

Gereja Kristen Sangkakala Indonesia, dimulai dengan pelayanan sebuah Yayasan pada tahun 1988, yaitu Yayasan Kasih Sejahtera (YAKASTRA). Sesuai peraturan yang berlaku bahwa Yayasan tidak dibenarkan untuk melakukan Sakramen Gereja seperti : Perjamuan Kudus, Baptisan, Pernikahan, Pemakaman), maka disepakati untuk mendirikan Gereja baru, tetapi terbentur oleh kebijakan pemerintah  yang pada waktu itu, dalam hal ini Dirjen Bimas Kristen Protestan yang tidak memperbolehkan atau mengeluarkan ijin untuk pendirian Gereja baru atau Sinode baru.  

Pada pertengahan tahun 1988, oleh kemurahan Tuhan Yayasan Kasih Sejahtera (YAKASTRA) dipertemukan dengan Gereja Zending Protestan Chung Hua Ya She Kauw Fie berkedudukan di Jakarta yang didirikan pada tahun 1946. Pada pertemuan tersebut terjadi kesepakatan untuk mengadakan penggabungan, dan pada awal 1989 Gereja Zending Protestan Chung Hua Ya She Kauw Fie mengadakan rapat luar biasa dan mengambil langkah untuk :

-        Mengadakan Her-Regestrasi, sebagai yang disyaratkan oleh Departeman AgamaRI.

-        Menyempurnakan Anggaran Dasar

-        Menerima Pancasila sebagai satu-satunya azas dalam kehidupan bermasyarakat berbangsa dan bernegara.

-        Menyesuaikan nama menjadi Gereja Kristen Sangkakala Indonesia.

 Pada tanggal 10 Juli 1989 keluarlah SK Dirjen Bimas (Kristen) Protestan Departemen Agama RI No : 153 yang menyatakan Gereja Kristen Sangkakala Indonesia resmi terdaftar sebagai Gereja Induk pada tingkat Nasional. Berdasarkan hal tersebut diatas maka keberadaan Gereja Kristen Sangkakala Indonesia pada hakekatnya bukanlah Gereja baru, melainkan sudah berdiri sejak  tanggal 22 September 1946.

Badan pendiri Gereja Kristen Sangkakala Indonesia, yang terlibat langsung sebagai perintis adalah :

Visi Gereja Kristen Sangkakala Indonesia adalah “Menjadi Serupa Dengan Kristus di Bumi”,  Misi : Mengemban Amanat Agung Tuhan Yesus Kristus  (Matius 28:19-20); Memperlengkapi orang-orang kudus bagi pelayanan pekerjaan Tubuh Kristus (Efesus 4:11-12). 

Sesuai dengan Tata Gereja,  Geraja Kristen Sangkakala Indonesia menganut sistem kepemimpinan PRESBITERIAN SYNODAL, yaitu : pengambilan Keputusan Organisasi oleh Badan Penatua dengan cara musyawarah dan mufakat. 

Perkembangan Pelayanan dan Organisasi, mulai tahun 1989 telah diselenggarakan 4 kali Sidang Sinode yang diadakan 5 tahun sekali, dengan demikian sudah 4 kali pergantian periode kepengurusan. Oleh kemurahan Tuhan pelayanan GKSI sudah ada di 16 Propinsi di Indonesia dengan jumlah Gereja Lokal  70 buah dan  beranggotakan +10.000 jiwa.